Patani Timur, Giandra News — Kasus laporan Pemerintah Desa (Pemdes) Damuli terkait dugaan perusakan fasilitas desa oleh 13 warga mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Polres Halmahera Tengah melalui Kasat Reskrim Iptu Suherlin turun langsung ke Desa Damuli, didampingi Camat Patani Timur Iswan Hi Badar serta Irawan selaku Kasubsektor Patani Timur, untuk menyampaikan maksud kedatangannya sekaligus menindaklanjuti laporan yang telah masuk. (27/02/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Iptu Suherlin menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari silaturahmi serta upaya memastikan proses penanganan perkara berjalan secara profesional dan berkeadilan. Ia menyampaikan bahwa aparat kepolisian tidak ingin mengambil langkah sepihak tanpa memahami situasi secara utuh.
“Kedatangan kami untuk memastikan semua berjalan sesuai prosedur. Kami ingin mendengar dan mengetahui secara jelas duduk persoalannya, sehingga tidak ada kesalahpahaman dalam proses hukum,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 10 tahun lalu, saat masih bertugas sebagai anggota Brimob, dirinya pernah berdinas di wilayah Patani dan Damuli pada khususnya. Hal itu, menurutnya, menjadi alasan moral untuk tetap menjaga pendekatan yang humanis dan mengedepankan ketenangan situasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Irawan selaku Kasubsektor Patani Timur turut mendampingi seluruh rangkaian agenda, mulai dari pertemuan awal hingga proses permintaan keterangan. Kehadirannya sebagai unsur kepolisian di tingkat kecamatan dinilai penting untuk menjembatani komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terkendali selama proses berlangsung.
Setelah penyampaian maksud kedatangan, proses permintaan keterangan terhadap para terduga dilakukan oleh anggota Reskrim secara terpisah sesuai mekanisme pemeriksaan. Langkah ini ditempuh untuk menghimpun informasi awal serta memastikan setiap pihak mendapatkan perlakuan yang adil dan proporsional dalam proses hukum.
Camat Iswan Hi Badar yang turut mendampingi juga menyampaikan kronologi permasalahan kepada pihak Reskrim. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban desa merupakan tanggung jawab bersama agar aktivitas pemerintahan dan kehidupan sosial tetap berjalan normal.
Pantauan di lokasi, agenda berlangsung tertib dan aman. Aparat kepolisian menjalankan tugas secara persuasif dan terukur, sementara situasi di Desa Damuli tetap kondusif hingga kegiatan selesai. (tim/red)


Tinggalkan Balasan