Patani Timur, Giandra News – Terkait laporan Pemerintah Desa yang menyebut masyarakat sebagai pelaku perusakan kaca dan sebagian fasilitas Kantor Desa, Pemuda Desa Damuli menyampaikan bantahan tegas melalui pernyataan resmi Ketua Pemuda, Ashab, dan Anggota Pemuda, Wardiman.(27/02/2026)

Ketua Pemuda Damuli, Ashab, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak menggambarkan situasi secara utuh. Menurutnya, masyarakat datang ke Kantor Desa bukan dengan niat merusak, melainkan untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas kepemimpinan Kepala Desa yang dinilai tidak becus dan berulang kali tidak menghadiri rapat resmi di kantor desa.

“Warga datang untuk berdialog. Rapat sudah dijadwalkan, tetapi Kepala Desa tidak hadir. Itu yang memicu kekecewaan. Jangan dibalik seolah-olah masyarakat yang menjadi sumber masalah,” tegas Ashab.

Sementara itu, Anggota Pemuda Damuli, Wardiman, menyampaikan bahwa keresahan masyarakat merupakan akumulasi dari sikap kepemimpinan yang dinilai lalai dan tidak transparan. Ia menilai, jika sejak awal ruang komunikasi dibuka secara terbuka dan Kepala Desa bersedia hadir untuk menjawab persoalan, situasi tidak akan memanas.

“Ini bukan sekadar soal kaca yang pecah, ini soal kepercayaan yang retak. Kalau pemimpin menghindar dari rakyatnya sendiri, wajar jika muncul kekecewaan. Tapi kami juga tidak membenarkan tindakan yang merugikan fasilitas umum,” ujar Wardiman.

Pemuda Desa Damuli menolak keras upaya kriminalisasi sepihak terhadap masyarakat tanpa melihat akar persoalan. Mereka mendesak agar penyelesaian dilakukan melalui dialog terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat, BPD, dan pemerintah kecamatan.

Menurut Ashab dan Wardiman, pendekatan hukum tanpa mediasi hanya akan memperlebar konflik dan memperburuk situasi sosial di Damuli. Pemuda Damuli menegaskan komitmen untuk tetap mengawal aspirasi masyarakat secara bermartabat dan sesuai prinsip demokrasi desa.(Red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter