Patani Timur, Giandra News – Pelantikan dan Rapat Kerja Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Peniti Damuli (HPMPD) berlangsung khidmat dan penuh makna di Desa Peniti Damuli, Kecamatan Patani Timur. Agenda tersebut dihadiri oleh Camat Patani Timur, para kepala desa, sesepuh, alumni, serta masyarakat setempat.(23/02/2026)
Demisioner Ketua Umum HPMPD, Murjalin Badri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sikap kritis generasi muda terhadap situasi kebangsaan, khususnya terkait ambisi pemerintah pusat dalam proyek-proyek strategis nasional. Ia menyoroti ekspansi industri pertambangan yang dinilai berpotensi melangkahi krisis legitimasi akibat kerusakan lingkungan, terutama dalam konteks pemenuhan kebutuhan industri kendaraan listrik dan sektor lainnya.
Murjalin juga mengingatkan Camat Patani Timur dan para kepala desa agar berhati-hati terhadap potensi misi terselubung oligarki yang berupaya memasukkan industri pertambangan dengan cara mengelabui masyarakat. Selain itu, ia turut merefleksikan masa kepemimpinannya serta kontribusi organisasi terhadap desa, seraya berharap kepengurusan yang baru dapat membawa HPMPD menjadi lebih baik dan lebih progresif.
Ketua Umum HPMPD yang baru dilantik, Farel Sardi, dalam sambutannya menegaskan tema pelantikan dan rapat kerja, yakni “Meneguhkan Nilai Tfaifi, Kesadaran dan Tanggung Jawab demi Keberlanjutan HPMPD yang Progresif.” Ia menyampaikan bahwa Tfaifi bukan sekadar ideologi atau simbol, melainkan nilai yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana diwariskan oleh para orang tua terdahulu.
Menurutnya, generasi saat ini masih lemah dan belum sepenuhnya mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut. Ia juga mengingatkan tentang ancaman ekspansi pertambangan yang harus diwaspadai oleh generasi muda Patani Timur, masyarakat, dan pemerintah desa.
Camat Patani Timur dalam sambutannya berharap agar agenda pelantikan dan rapat kerja dapat berjalan lancar serta menjadi momentum penguatan semangat generasi muda dan mahasiswa, khususnya mahasiswa Peniti Damuli. Ia menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam membangun kerja sama antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi bukan dilihat dari banyaknya program kerja, melainkan dari kemampuannya menciptakan regenerasi yang berkelanjutan. Ia juga mendorong agar momentum rapat kerja dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas intelektual generasi Peniti Damuli dalam mendukung pembangunan desa, kecamatan, dan negara.
Camat turut menyampaikan apresiasi terhadap program pendidikan gratis dari pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu mahasiswa dan generasi muda. Ia mengajak agar kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Terkait isu investasi pertambangan, ia menegaskan bahwa berdasarkan pernyataan Bupati, wilayah Patani Timur tidak akan diizinkan untuk aktivitas industri pertambangan. Bahkan, menurutnya, telah ada beberapa pihak yang mencoba mengajukan izin pengoperasian tambang, namun secara tegas ditolak.
Mewakili alumni HPMPD, Bambang Hi Idris, menegaskan bahwa tema pelantikan dan rapat kerja tidak boleh sekadar menjadi pajangan. Nilai Tfaifi, kesadaran, dan tanggung jawab harus benar-benar diimplementasikan dalam gerak organisasi. Ia juga mendorong mahasiswa agar memanfaatkan peluang program pendidikan gratis yang telah disediakan pemerintah daerah.
Sementara itu, sesepuh Peniti Damuli, Naimudin Nuh, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini memiliki nilai istimewa karena langsung dihadiri Camat Patani Timur, kepala desa, dan masyarakat. Ia menilai agenda ini memiliki makna historis tersendiri, mengingat sebelumnya kegiatan serupa kerap dilaksanakan di Kota Ternate, namun kini digelar langsung di Desa Peniti Damuli
Naimudin menegaskan bahwa desa membutuhkan sumber daya manusia dengan spesifikasi keilmuan yang mumpuni untuk mendukung pengembangan dan kolaborasi program kerja. Menurutnya, potensi tersebut sebenarnya sudah ada, namun masih lemah dalam komunikasi dan sinergi antara para sarjana dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Ia menilai Tfaifi dapat menjadi alternatif untuk menyatukan dan mengkolaborasikan berbagai sumber daya yang ada. HPMPD, lanjutnya, memiliki nilai historis yang mengikat kekuatan keluarga besar Peniti Damuli dan harus terus dijaga eksistensinya. Ia pun mengingatkan para kepala desa agar tidak mengabaikan keberadaan organisasi ini sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Pelantikan dan rapat kerja tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan nilai, kapasitas intelektual, serta konsolidasi generasi muda Peniti Damuli dalam menghadapi tantangan pembangunan, sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi secara progresif dan bertanggung jawab.(Red)


Tinggalkan Balasan