SORONG, Giandra News – Caretaker Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sorong, Alexander Sagey, menegaskan bahwa pelaksanaan konferensi cabang yang melahirkan Jufri Samsudin sebagai formatur/ketua umum merupakan bagian dari pelaksanaan konstitusi organisasi serta tugas resmi caretaker.
Alexander menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) caretaker yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam telah terkonfirmasi oleh dirinya bersama tim caretaker lainnya, yakni Syawal dan Umran.
“SK caretaker itu dikeluarkan oleh PB HMI dan telah terkonfirmasi oleh kami bertiga, yakni Syawal, Umran, dan saya sendiri. Setelah mengetahui hal itu, kami langsung berkomunikasi dan saya meminta agar foto SK dikirim untuk dibuatkan flayer,” ujar Alex.
Ia mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan koordinator dan anggota caretaker lainnya, pihaknya kemudian mulai mempersiapkan langkah-langkah konferensi, termasuk pembentukan panitia agar proses dan progres kerja organisasi dapat berjalan secara jelas.
“Setelah semua berjalan, kurang lebih dua minggu kemudian berkembang informasi bahwa Ketua BADKO PBD menekan Syawal untuk mundur dan digantikan oleh Fauzan. Namun kami menganggap itu urusan lain dan memilih tetap fokus pada kerja-kerja konferensi,” katanya.
Alexander juga menyoroti langkah koordinator caretaker baru yang dinilainya datang ke Sorong tanpa membangun komunikasi yang baik dengan tim sebelumnya. Menurutnya, setibanya di Sorong, koordinator caretaker baru langsung membentuk kepanitiaan tanpa menanyakan progres yang telah dikerjakan pihaknya.
“Terkait pengakuan bahwa dia berkomunikasi dengan saya, itu perlu dicek kembali. Sebab komunikasi hanya terjadi satu kali dan setelah itu tidak ada lagi,” tegasnya.
Ia mengaku sempat diajak bertemu oleh koordinator caretaker baru, namun tidak diberikan informasi jelas terkait tempat tinggal maupun mekanisme koordinasi lanjutan. Alexander menilai, ajakan untuk menyatukan forum tidak dibarengi dengan keterbukaan dalam pelaksanaan konferensi.
“Ketika mereka melaksanakan konferensi, saya tidak diinformasikan. Koordinator juga membawa komisariat yang legalitasnya masih dipertanyakan dan tidak mengajak kader-kader lainnya secara terbuka. Tiba-tiba sudah ada panitia dan langsung pembukaan. Ber-HMI model apa ini kalau memang ingin penyatuan?” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Alexander menegaskan bahwa konferensi yang melahirkan Jufri Samsudin tetap sah secara organisatoris karena dilaksanakan oleh fungsionaris yang sama-sama berada di bawah struktur PB HMI.
“Untuk itu kami tegaskan, konferensi yang melahirkan Jufri Samsudin juga dianggap sah oleh PB HMI. Karena yang pasti, kami sama-sama fungsionaris PB HMI,” tutup Alex.(Red)


Tinggalkan Balasan