HALTENG, Giandra News — Bertempat di Desa Tepeleo Batu Dua, Kegiatan Launching BIBLEL Caffee yang sekaligus dirangkaikan dengan agenda “Tausiah Hijau”. Turut hadir Plt Kadis Pendidikan, Camat Patani Utara dan beberapa Calon Kepala Desa, diantaranya Cakades Tepeleo Induk, Tepeleo Batu Dua, dan Pantura Jaya.
Kegiatan Launching BIBLEL Caffee dan Tausiah Hijau yang berlangsung di Desa Tepeleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, pada Selasa 03 Maret 2026 bertajuk “Mengulik Isi Kepala Cakades dalam Mengelola Sampah Plastik”.
Fikra Majid, Direktur Komunitas BIBLEL, menyampaikan alasannya terkait kegiatan Launching BIBLEL Caffee dan Tausiah Sampah yang menghadirkan para Cakades. Baginya, para Cakades mesti memiliki ide tentang mengolah dan mengurai sampah plastik. Dengan begitu, desa-desa di Patani Utara kedepannya akan bebas dari ancaman sampah.
Selain itu, Fikra juga menyampaikan bahwa di BIBLEL Caffee sampah bisa menjadi uang. Katanya transaksi untuk membeli Kopi bisa menggunakan sampah. Satu kilo sampah plastik bisa ditukar dengan satu gelas kopi.
“Kami bermaksud agar BIBLEL Caffee selain menjadi ruang publik dan tempat santai bagi masyarakat Patani Utara, Caffee ini bisa menjadi wadah pengurangan sampah plastik dan ramah lingkungan.” tambahnya.
Dalam pantauan Giandra News, Fadri Ahmad, S.Pd menyampaikan harapan besar agar keberadaan BIBLEL Caffee ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan program-programnya pihak kecamatan akan selalu menjadi mitra berkelanjutan. Ujar Camat Patani Utara dalam sambutannya.
“Menyangkut dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), telah diusul ke Pemerintah Daerah agar per kecamatan minimal memiliki 1 TPA”, kata Camat Patani Utara saat menanggapi keluhan dari forum.
Muksin Hi Ibrahim S.Pd., M.M menyampaikan terima kasih kepada Komunitas BIBLEL yang telah memfasilitasi ruang Tausiah Hijau. Baginya juga ruang ini adalah bentuk silaturahmi antar Cakades, demi mewujudkan pemilihan kepala desa yang harmonis dan demokratis.
“Kita mesti memberikan dukungan nyata atas program-program yang dilaksanakan oleh Komunitas BIBLEL, karena kita lah yang memproduksi sampah olehnya itu kita semua juga harus bertanggungjawab untuk menjaga alam dengan membuang sampah pada tempatnya”, jelas Plt Kadis Pendidikan dalam sambutannya. (red)


Tinggalkan Balasan