JAKARTA, Giandra News — Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., terpilih sebagai salah satu peserta terbaik pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026. Ia berkesempatan mempresentasikan Rencana Aksi Kepala Daerah (RENAKSI) pada acara penutupan di Jakarta.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri RI bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Dari 25 kepala daerah peserta KPPD Angkatan III, hanya 3 orang yang terpilih untuk mempresentasikan hasil RENAKSI di hadapan pimpinan BPSDM Kemendagri, Lemhannas RI, widyaiswara, coach, mentor, dan seluruh peserta.
Usung Model Tata Kelola Berbasis Data
Dalam presentasinya, Bupati Ikram mengusung Rencana Aksi berjudul “Optimalisasi Sharing Benefit Hilirisasi Industri Nikel Menuju Resilient Community Berbasis SPBE”.
RENAKSI tersebut menawarkan model transformasi tata kelola pemerintahan dengan mengintegrasikan manfaat hilirisasi industri nikel ke dalam program strategis daerah melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Inovasi utama yang ditawarkan adalah pengembangan Collaborative Governance Integrated Public Assistance (CoGoIpa) sebagai Executive Control Tower. Platform ini mengintegrasikan data lintas perangkat daerah untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, monitoring program secara real time, dan penguatan kolaborasi antar OPD.
Melalui pendekatan itu, sejumlah program strategis Pemkab Halteng seperti pendidikan gratis, beasiswa daerah, layanan kesehatan gratis, rumah layak huni, perlindungan kelompok rentan, pemberdayaan UMKM, hingga program kesejahteraan lainnya diintegrasikan dalam satu ekosistem digital. Tujuannya agar pelaksanaan lebih efektif, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Manfaat Hilirisasi Harus Dirasa Masyarakat
Bupati Ikram menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Keberhasilan hilirisasi bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin berkualitas, tata kelola pemerintahan yang terintegrasi, dan terwujudnya masyarakat yang tangguh atau Resilient Community,” ujarnya.
Terpilihnya Bupati Halteng sebagai peserta terbaik menjadi pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi kebijakan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan, sekaligus mendukung arah transformasi digital pemerintahan nasional.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemkab Halmahera Tengah untuk terus memperkuat budaya inovasi, kolaborasi, dan tata kelola pemerintahan yang profesional, sehingga setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (tim/red)


Tinggalkan Balasan