Patani Timur, Giandra News – Camat Patani Timur, Iswan Hi. Badar, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan permintaan partisipasi dana kepada sejumlah sekolah dalam rangka kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah pada pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur.
Menurut Iswan, kegiatan tersebut merupakan agenda bersama seluruh elemen masyarakat Patani Timur, sehingga persiapannya dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, bukan atas dasar tekanan ataupun kewajiban kepada pihak tertentu.
“Kegiatan ini adalah hajatan bersama masyarakat Patani Timur. Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran OPD di daerah kami tentu menjadi kehormatan bagi masyarakat. Karena itu, semua pihak ikut terlibat membantu sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing,” ujar Iswan Hi. Badar.
Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi ataupun paksaan kepada kepala sekolah maupun institusi pendidikan untuk memberikan dana tertentu. Komunikasi yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama berbagai unsur hanya sebatas koordinasi dan ajakan partisipasi dalam semangat kebersamaan menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.
Iswan juga menekankan bahwa pemerintah kecamatan memahami aturan penggunaan dana sekolah yang memiliki mekanisme dan regulasi tersendiri. Karena itu, pihaknya tetap menghormati ketentuan yang berlaku dan tidak pernah mengarahkan penggunaan anggaran sekolah di luar prosedur.
“Kami sangat memahami bahwa dana sekolah memiliki aturan yang ketat. Pemerintah kecamatan tidak pernah memaksa ataupun mewajibkan pihak sekolah menggunakan anggaran yang bertentangan dengan regulasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Camat Patani Timur berharap polemik yang berkembang tidak mengaburkan nilai utama dari momentum Idul Adha, yakni memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling membantu di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijak dan proporsional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu suasana kebersamaan di Kecamatan Patani Timur.
“Kami menghargai kritik dan masukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun kami berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara utuh, sehingga semangat gotong royong masyarakat tidak dipersepsikan berbeda,” tutupnya.(Red)


Tinggalkan Balasan