Patani Timur, Giandra News – Kondisi Stadion Gelora Luutu di Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, kini memprihatinkan. Fasilitas olahraga yang sebelumnya menjadi kebanggaan masyarakat itu dilaporkan telah terbengkalai selama kurang lebih dua tahun dan tidak lagi digunakan.(18/03/2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi stadion terlihat rusak parah. Permukaan lapangan dipenuhi genangan air, tanah yang tidak rata, serta rumput liar yang tumbuh tidak teratur. Kondisi tersebut membuat lapangan tidak layak digunakan, bahkan berisiko bagi para pemain.
Warga menyebut, kondisi ini sangat berbeda dibanding sebelumnya. Sebelum dilakukan perataan dan penimbunan, lapangan tersebut tidak pernah tergenang air, meskipun hujan deras. Namun setelah pekerjaan dilakukan, justru lapangan menjadi mudah banjir.
Fahris K, selaku Koordinator Olahraga Pemuda Desa Damuli, menilai kerusakan tersebut diduga akibat pekerjaan yang tidak maksimal dan terkesan asal-asalan, khususnya pada sistem drainase.
“Dulu lapangan ini tidak pernah tergenang walaupun hujan deras. Sekarang justru berubah total. Kami menduga pekerjaan tidak dilakukan dengan baik dan tidak mementingkan fungsi lapangan,” tegas Fahris.
Ia juga menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, stadion tidak difungsikan sama sekali sehingga aktivitas olahraga di desa nyaris lumpuh total.
“Sudah dua tahun tidak digunakan. Aktivitas olahraga tidak jalan. Ini sangat merugikan pemuda dan masyarakat secara umum,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak pemuda Desa Damuli menyayangkan sikap pihak terkait yang dinilai belum menunjukkan respons nyata terhadap kondisi tersebut. Mereka mendesak agar kontraktor segera bertanggung jawab serta pemerintah daerah turun tangan melakukan evaluasi.
“Kami minta ada tindakan tegas. Jangan dibiarkan terus seperti ini tanpa kejelasan,” pungkasnya.
Akibat kerusakan tersebut, berbagai kegiatan kepemudaan seperti turnamen sepak bola terpaksa dihentikan. Padahal sebelumnya, Stadion Gelora Luutu menjadi pusat aktivitas olahraga dan kebersamaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut.(Tim/Red)


Tinggalkan Balasan