HALTENG, Giandra News — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Patani, Maluku Utara, pada Selasa (01/09/2026) pukul 15.22 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Dampak gempa tersebut dirasakan hingga ke sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Tengah. Data sementara mencatat 105 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Pemda Halteng Lakukan Pendataan Kerusakan

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, langsung turun ke lokasi terdampak, Selasa 8 September 2026. Ia memimpin pertemuan di Desa Yeysowo bersama Camat, Sekretaris Camat, Kepala Desa Yeysowo, Kepala Dinas PU, Kepala BPBD, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Pertemuan tersebut fokus membahas percepatan pendataan rumah warga yang terdampak gempa. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan kembali.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak dan cepat,” ujar Ikram dalam pertemuan tersebut.

105 Rumah Rusak, Akan Dibangun Lewat Program RTLH

Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 105 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, saat meninjau langsung kondisi rumah warga yang rusak akibat gempa M5,5 di Desa Yeysowo, (dok. Humas Pemkab) (08/09/2026)

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memastikan perbaikan dan pembangunan kembali rumah-rumah tersebut akan dilakukan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Langkah ini diambil agar warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana dapat segera menempati hunian yang aman dan layak.

Pemerintah daerah berharap seluruh proses pendataan hingga pembangunan dapat berjalan lancar, sehingga pemulihan pascabencana di wilayah terdampak dapat segera tuntas. (tim/red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter