HALTENG, Giandra News — Pembangunan Asrama Mahasiswa Mabapura di Halmahera Tengah terhenti akibat sengketa lahan yang belum tuntas. Kondisi ini memaksa mahasiswa asal Mabapura menanggung beban biaya kost tinggi dan tempat tinggal yang tidak layak selama menempuh pendidikan.
Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Mabapura/HPMM, Risandi Latawan, menyayangkan terhentinya proyek yang telah lama dinantikan tersebut. Menurutnya, asrama merupakan kebutuhan dasar dan investasi jangka panjang bagi kemajuan desa.
“Di tengah eksploitasi industrialisasi, pendidikan adalah investasi jangka panjang sebuah desa. Tapi bagaimana mau maju jika rumah tempat anak-anak daerah menuntut ilmu saja masih disandera sengketa?” ujarnya.
Desak PT. NKA Segera Selesaikan Sengketa
HPMM secara resmi melayangkan ultimatum kepada PT. NKA agar segera memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan dan melanjutkan pembangunan asrama.
“Kami menuntut PT. NKA segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan dan melanjutkan pembangunan Asrama Mahasiswa Mabapura. Kami beri batas waktu. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan langkah nyata, maka HPMM bersama seluruh mahasiswa dan pemuda Mabapura akan turun ke jalan. Kami akan melakukan aksi massa dan mendatangi kantor PT. NKA,” tegasnya.
Ia menegaskan, penyelesaian lahan bukan menjadi tanggung jawab mahasiswa. Hal itu merupakan tanggung jawab PT. NKA, Pemerintah Desa, dan Pemerintah Daerah.
“Jangan jadikan mahasiswa sebagai korban. Asrama ini bukan milik HPMM. Ini milik masa depan Mabapura. PT. NKA jangan hanya pandai mengambil sumber daya dari tanah kami, tapi tutup mata terhadap nasib generasi kami,” katanya.
Asrama Sebagai Pusat Kaderisasi
HPMM menilai keberadaan asrama tidak sebatas bangunan fisik. Asrama berfungsi sebagai rumah kedua, pusat kaderisasi, dan wadah perjuangan mahasiswa rantau.
“Tanpa asrama, semangat mengabdi untuk Mabapura akan terus terkikis. PT. NKA selama ini beroperasi di wilayah kita dan mendapat keuntungan dari tanah kami. Maka wajar, bahkan wajib, jika perusahaan punya tanggung jawab penuh memastikan anak-anak daerah punya tempat layak untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Satu Tuntutan: Segera Bangun Asrama
HPMM menyampaikan satu tuntutan utama kepada PT. NKA, yaitu segera memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan dan menuntaskan pembangunan Asrama Mahasiswa Mabapura.
“Stop jadikan sengketa sebagai alasan. Kita tahu urusan lahan itu rumit. Tapi itu urusan PT. NKA, Pemerintah Desa, dan Pemerintah Daerah untuk segera duduk dan selesaikan. Sudah cukup! Sudah terlalu lama kami menunggu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. NKA belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan HPMM.(tim/red)



Tinggalkan Balasan