SOFIFI, Giandra News — Ketua DPC Partai Gerindra Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, menegaskan pentingnya penguatan kader di tingkat akar rumput pasca-pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Maluku Utara.

Hal tersebut disampaikan Ahlan usai pembaiatan peserta Diklat Angkatan-I di GOR Sofifi.

Menurut Wakil Bupati Halmahera Tengah ini, kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra yang memberikan penugasan langsung kepada setiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk menyelenggarakan Diklat secara mandiri merupakan terobosan positif.

Kebijakan DPP Dinilai Perluas Rekrutmen Kader

Ahlan menilai, kebijakan tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan oleh DPP di Hambalang, dan kini menjadi momentum untuk memperluas basis kaderisasi.

“Saya memaknai kebijakan ini dalam rangka memperluas rekrutmen kader,” ujar Ahlan.

Ia menambahkan, Diklat yang digelar merupakan bagian dari persiapan matang dalam menghadapi suksesi partai di pemilihan umum mendatang.

“Mereka yang mengikuti Diklat ini akan betul-betul dilatih untuk memahami ideologi partai serta visi Pak Prabowo. Ini adalah bagian dari persiapan matang kita untuk suksesi partai di Pemilu yang akan datang, baik itu Pilpres, Pileg, maupun Pilkada,” jelasnya.

Dari sekitar 300 peserta Diklat Laskar Gerindra Maluku Utara, sebanyak 33 peserta berasal dari Kabupaten Halmahera Tengah dan menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak. Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari tiap kecamatan di Halteng.

Lulusan Diklat Disebut Perisai Partai di TPS

Ahlan menyebut para lulusan Diklat ini sebagai “perisai partai” yang akan menjadi garda terdepan dalam perjuangan Gerindra di tengah masyarakat.

Ia menekankan, sekembalinya ke daerah, DPC sebagai struktur partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib memberikan ruang, waktu, dan tempat yang layak agar cita-cita partai dan harapan Prabowo Subianto dapat diimplementasikan secara nyata.

Selain itu, dalam menatap kontestasi politik ke depan, Ahlan mengaku telah berdiskusi dengan Ketua DPD untuk mempercepat proses rekrutmen pra-caleg.

“Pikiran saya sederhana. Jika rekrutmen pra-caleg dipercepat, setiap caleg nantinya bertanggung jawab menghadirkan 10 orang untuk ikut Diklat yang akan datang. Ini modal luar biasa untuk memenangkan Pileg dan Pilpres,” ungkapnya.

Menurutnya, medan pertempuran politik sesungguhnya berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan memproyeksikan satu orang kader militan untuk menguasai satu TPS, Gerindra akan memiliki barisan kader tangguh yang siap berjuang kapan pun pemilu digelar.

“Apakah Pileg itu mau dilaksanakan tahun 2029 atau 2031, bagi saya saat ini kita harus berpikir bahwa Pileg, Pilpres, dan Pilkada itu seolah-olah akan dilaksanakan besok. Kesiapan harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya. (tim/red)

Supriyadin Haruna
Editor
Giandra News
Reporter