PATANI TIMUR, Giandra News — Pekerjaan penimbunan material sirtu pada ruas jalan di Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru ditimbun itu langsung rusak dan berlumpur usai diguyur hujan.
Warga menduga kerusakan tersebut berkaitan erat dengan kualitas material timbunan yang digunakan oleh kontraktor pelaksana.
Keluhan ini disampaikan Ketua Pemuda Desa Damuli. Ia menyoroti penggunaan material yang dinilai tidak sesuai dengan standar pelapisan jalan, khususnya untuk Lapis Pondasi Atas (LPA).
Diduga Gunakan Tanah Berlilin, Bukan Batu Kapur
Menurut Ketua Pemuda Desa Damuli, material yang digunakan dalam pekerjaan itu diduga berupa tanah berlilin atau tanah liat, bukan material batu kapur atau limestone sebagaimana yang seharusnya.

Ia menjelaskan, karakter tanah berlilin sangat mudah terpengaruh air. Ketika terkena hujan, badan jalan menjadi lembek, berlumpur, dan amblas. Kondisi ini tidak hanya merusak konstruksi, tapi juga membahayakan warga yang melintas.
“Kalau menggunakan batu kapur memang bisa juga menjadi lembek ketika terkena hujan, tetapi menurut saya tidak separah jika menggunakan tanah berlilin,” ungkapnya.
Ia mempertanyakan alasan PT Laborsko selaku pihak pelaksana pekerjaan memilih material tersebut.
Ia menduga ada pertimbangan biaya di balik pemilihan material. Namun ia menegaskan, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak perusahaan agar persoalannya terang benderang.
Warga Minta Klarifikasi dan Pemeriksaan Teknis
Ketua Pemuda Desa Damuli menegaskan, kualitas material harusnya menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan infrastruktur jalan. Sebab, material yang tidak sesuai spesifikasi teknis akan membuat jalan cepat rusak dan tidak tahan lama, apalagi saat memasuki musim hujan.
Warga pun berharap PT Laborsko segera memberikan penjelasan terbuka terkait jenis material yang digunakan serta kesesuaiannya dengan dokumen spesifikasi teknis.
Selain itu, warga juga meminta adanya pemeriksaan langsung di lapangan terhadap kondisi jalan dan material timbunan, untuk memastikan penyebab kerusakan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat dan bertanggung jawab.
Hingga berita ini ditayangkan, Giandra News masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Laborsko. Belum ada keterangan resmi yang diberikan perusahaan terkait keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap infrastruktur yang dibangun di wilayah mereka benar-benar berkualitas, bukan asal jadi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. (tim/red)




Tinggalkan Balasan