HALTENG, Giandra News — Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sekitar kawasan Gunung Tabalik, Sabtu (10/10/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak siang hari tersebut berdampak pada kelancaran arus lalu lintas trans Weda – Patani. Kepulan asap tebal menyelimuti badan jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengendara.

Pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat berhenti di sepanjang jalan. Warga dan para pengendara memadati lokasi untuk memantau situasi sembari menunggu asap mereda.

Lokasi pantauan lapangan – KARHUTLA Gunung Tabalik Arus Lalu Lintas terganggu (doc. Istimewa) (10/10/2026).

Kehadiran Wakil Bupati di lokasi merupakan bagian dari respon cepat pemerintah daerah untuk melihat kondisi terkini serta memastikan penanganan darurat berjalan di lapangan.

Asap Tebal Bahayakan Pengendara

Peristiwa Karhutla di Gunung Tabalik ini menjadi perhatian serius. Selain berpotensi meluas ke kawasan hutan di sekitarnya, asap kebakaran dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Pemerintah daerah melalui BPBD Halmahera Tengah bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengamanan lokasi.

Imbauan Waspada dan Tindak Lanjut Instruksi Bupati

Masyarakat, khususnya para pengendara yang akan melintas di kawasan Gunung Tabalik, diimbau agar meningkatkan kewaspadaan.

Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan, menyalakan lampu utama, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan apabila kondisi asap mengganggu jarak pandang.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya Instruksi Bupati Halmahera Tengah Nomor 100.3.4/110/2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.

Ia meminta seluruh camat, kepala desa, dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini.

Penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar api tidak meluas dan arus lalu lintas segera kembali normal. (tim/red)

Supriyadin Haruna
Editor
Giandra News
Reporter