HALTENG, Giandra News — Upaya rekonsiliasi terkait mengidentifikasi dampak konflik, mendata korban dan kerusakan rumah warga di Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, pasca konflik, mulai dilakukan oleh Pemda Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemprov Maluku Utara. Pada Minggu 05 April 2026.
Langkah ini diambil guna sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi wilayah kembali kondusif, sekaligus meredam potensi konflik lanjutan.
Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan berbagai unsur TNI-Polri serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara secara aktif melakukan tindakan untuk meredakan ketegangan setelah terjadinya bentrokan antarwarga di daerah tersebut.
Insiden menyedihkan ini telah dilaporkan mengakibatkan kematian dua orang dan banyak rumah penduduk mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Menanggapi keadaan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah segera mengambil langkah untuk mencegah konflik agar tidak meluas.
“Untuk sementara, Pemda masih fokus pada upaya pemulangan warga Sibenpopo yang mengungsi di Desa Fritu dan Yeke”. Ujar Kabag Humas Halteng, Bambang Wedarto Harianto, S.IP.
Rombongan tersebut pun juga melakukan tatap muka dengan masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa. Untuk memastikan keamanan dilapangan dan rasa aman kepada masyarakat.
Proses rekonsiliasi ini semakin diperkuat oleh kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang langsung terjun ke lokasi untuk menjamin keamanan daerah. Kerja sama dalam menjaga keamanan juga diperkuat dengan kehadiran Kapolres Halmahera Tengah secara langsung, serta perwakilan dari Polda Maluku Utara dan anggota TNI.
Bupati Halteng, Ikram Malan Sangadji, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melindungi keselamatan masyarakat dan memulihkan hak-hak dasar mereka yang terhambat, khususnya bagi penduduk di Desa Sibenpopo yang telah kehilangan rumah mereka.
Selain tindakan dari pihak birokrasi, Pemerintah Daerah Halteng bersama dengan aparat gabungan memulai sebuah gerakan sosial untuk menuntaskan jejak-jejak konflik. Pada hari Senin besok, seluruh anggota Pemerintah Daerah bersama warga Desa Sibenpopo direncanakan akan melaksanakan kegiatan pembersihan secara massal di lokasi yang terdampak.
“Besok Pemda dan masyarakat Desa Sibenpopo akan melakukan bakti, dan pembersihan kerusakan akibat konflik”. Lanjut Kabag Humas Halteng.
Kegiatan sosial ini dianggap sebagai tanda dimulainya kembalinya aktivitas masyarakat sepenuhnya. Aktivitas membersihkan reruntuhan akibat bentrokan diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih baik dan mengembalikan keharmonisan antar-perkampungan. (tim/red)


Tinggalkan Balasan