Ahlan Djumadil (Wakil Bupati Halteng)

Di tengah pesatnya geliat industri tambang di Kabupaten Halmahera Tengah, ada satu pertanyaan besar yang terus muncul di ruang publik: apakah kekayaan alam benar-benar mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat?

Pertanyaan itu dijawab dengan cukup tegas oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, dalam Dialog Interaktif memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 di Kecamatan Weda Utara.

Bagi Ahlan, keberadaan industri pertambangan tidak boleh hanya dipandang sebagai mesin ekonomi semata. Lebih dari itu, tambang harus menjadi jalan untuk membangun kualitas manusia, memperkuat pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar industri.

Dalam pemaparannya yang bertajuk

“Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Korporasi Mewujudkan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru di Lingkar Tambang”,

Ahlan berbicara tentang pentingnya membangun hubungan baru antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Sebuah hubungan yang tidak lagi berdiri di atas kepentingan sepihak, tetapi di atas semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama.

Pendidikan Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Menurut Ahlan, tantangan pendidikan di daerah kepulauan seperti Halmahera Tengah tidak sederhana. Keterbatasan fiskal daerah, kondisi geografis, hingga kebutuhan pemerataan layanan pendidikan menjadi persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong perusahaan tambang untuk hadir bukan hanya sebagai pelaku investasi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial.

“Pendidikan tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, program CSR tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau bantuan sesaat. Program tersebut harus menjadi instrumen pembangunan jangka panjang yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Guru Menjadi Perhatian Utama

Di balik pembangunan sekolah dan megahnya investasi industri, Ahlan menilai bahwa guru tetap menjadi fondasi utama pendidikan.

Karena itu, salah satu fokus penting pemerintah daerah adalah peningkatan kesejahteraan guru, terutama guru honorer di wilayah lingkar tambang.

Pemerintah daerah mendorong perusahaan tambang ikut memberikan dukungan insentif melalui program CSR dan PPM sebagai bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan.

Tidak hanya kesejahteraan, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius.

Pemerintah memfasilitasi berbagai pelatihan guru, termasuk penerapan metode pembelajaran inovatif seperti metode Gasing untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Dalam pandangan Ahlan, pendidikan yang baik tidak hanya membutuhkan gedung yang layak, tetapi juga tenaga pendidik yang sejahtera dan berkualitas.

Dari Bantuan Sosial Menuju Investasi Masa Depan

Salah satu poin penting yang disampaikan Wakil Bupati adalah perubahan paradigma pembangunan di wilayah tambang.

Menurutnya, perusahaan tidak lagi cukup hanya memberikan bantuan sosial yang bersifat sesaat. Dunia usaha harus mulai melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.

Karena itulah Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kini aktif melakukan sinkronisasi program CSR dan PPM perusahaan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh program perusahaan benar-benar tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam sektor pendidikan, sinkronisasi diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Menghindari Kutukan Sumber Daya Alam

Dalam pemaparannya, Ahlan juga menyinggung fenomena resource curse atau kutukan sumber daya alam, yakni kondisi ketika daerah yang kaya sumber daya justru menghadapi ketimpangan sosial dan rendahnya kualitas pembangunan manusia.

Karena itu, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan besarnya investasi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, kata dia, ingin memastikan bahwa keberadaan industri tambang benar-benar menghadirkan nilai bersama atau shared value antara perusahaan dan masyarakat.

“Perusahaan berkembang, masyarakat juga harus maju dan sejahtera,” tegasnya.

Membangun Masa Depan dari Lingkar Tambang

Bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan daerah.

Di tengah derasnya arus industrialisasi, daerah membutuhkan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, investasi terbesar sesungguhnya bukan hanya pada infrastruktur atau industri, tetapi pada manusia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Halmahera Tengah kini mencoba membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sebuah gagasan bahwa tambang tidak hanya menghasilkan kekayaan alam, tetapi juga harus melahirkan sekolah yang lebih baik, guru yang lebih sejahtera, dan generasi muda yang memiliki masa depan lebih cerah di tanahnya sendiri.

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter