HALTENG, Giandra News — Kabar kematian warga yang kesekian kalinya terjadi lagi di Hutan Patani Kabupaten Halmahera Tengah. Seorang paru baya bernama Ustad Ali Abas, warga Desa Bobane Jaya mati dalam keadaan tragis.

Kematiannya mengingatkan kita pada aksi pembunuhan yang sama 2021 lalu di Hutan Damuli, Kecamatan Patani Timur, yang sampai saat ini pelakunya belum diketahui, walaupun sudah ada tim gabungan TNI-Polri yang turun melalukan penyelidikan.

Yusril Buang, Ketua Umum HMI Cabang Ternate, menyampaikan bahwa kasus pembunuhan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini mengindikasikan adanya pola kejahatan terstruktur yang berpotensi melibatkan lebih dari sekadar pelaku lapangan.

“Oleh karena itu, aparat penegak hukum dituntut tidak berhenti pada penangkapan eksekutor, tetapi harus berani dan mampu mengungkap aktor intelektual di balik rangkaian pembunuhan tersebut”. Jelasnya.

“Saya atas nama Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate dengan tegas menantang Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, untuk tidak bermain di permukaan”. Tambah Yusril.

Ia juga menambahkan bahwa penegakan hukum yang hanya menyasar pelaku teknis adalah bentuk kegagalan dalam membongkar kejahatan secara utuh. Negara tidak boleh kalah oleh skenario kejahatan yang disusun secara sistematis dan terencana.

Namun dalam perspektif hukum dan keadilan, bagi Ketum Cabang tersebut menyebut bahwa: “aktor intelektual adalah kunci dari seluruh konstruksi kejahatan. Mereka adalah pihak yang memiliki motif, kepentingan, dan kendali. Mengabaikan mereka sama saja dengan membiarkan kejahatan itu terus hidup dalam bentuk lain”.

“Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus bekerja lebih progresif, menggunakan pendekatan scientific crime investigation, memperkuat analisis intelijen, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas”. Ujarnya lagi.

Karena baginya, masyarakat tidak membutuhkan rilis penangkapan, tetapi menuntut keberanian institusi kepolisian untuk membuka tabir kebenaran secara menyeluruh. Kepercayaan masyarakat terhadap hukum dipertaruhkan dalam kasus ini. Jika aparat hanya berhenti pada pelaku lapangan, maka bisa dipastikan kasus seperti ini akan terjadi lagi di hari-hari mendatang.

“Sekali lagi. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok perusuh yang memecah belah keutuhan bangsa”. (tim/red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter