PULAU GEBE, Giandra News — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah merespons langsung sejumlah persoalan krusial yang disuarakan masyarakat Pulau Gebe dalam pertemuan bersama Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji, Kamis (24/09/2026). Tiga isu utama yang mengemuka adalah krisis kelistrikan, pelayanan air bersih PDAM, dan buruknya jaringan komunikasi.

Tunggakan PDAM Dihapus, Sambungan Dicabut Diminta Dipasang Kembali

Terkait persoalan air bersih, Bupati Ikram mengambil kebijakan tegas dengan menghapus seluruh tunggakan pembayaran air bersih masyarakat Gebe.

“Masyarakat yang masih punya utang di PDAM, untuk persoalan air saya putuskan lunas,” tegas Ikram di hadapan warga.

Bupati menegaskan, persoalan PDAM tidak hanya terjadi di Gebe. Sejumlah wilayah lain di Halmahera Tengah, termasuk Weda, juga masih menghadapi kendala pelayanan serupa.

Selain membebaskan tunggakan, Ikram juga menginstruksikan Direktur PDAM Halmahera Tengah untuk segera mengambil langkah konkret di lapangan. Ia meminta agar sambungan listrik untuk fasilitas pompa air yang sebelumnya dicabut agar segera dipasang kembali, sehingga distribusi air kepada masyarakat dapat kembali normal.

Menanggapi instruksi tersebut, Direktur PDAM Halmahera Tengah, Fahrudin, menjelaskan bahwa dirinya baru tiga bulan menjabat ketika mulai menangani persoalan air di Gebe.

“Saya baru dilantik tiga bulan lalu. Ketika saya dilantik, air di Gebe tidak jalan. Saya langsung datang ke Gebe untuk menyelesaikan persoalan,” jelas Fahrudin.

Ia mengakui terdapat persoalan mendasar yang menjadi kendala, yakni kondisi sumber air baku yang mengalami kekeringan. Untuk mengatasinya, PDAM telah menghadirkan pompa tambahan untuk memaksimalkan debit air yang ada guna meminimalisir gangguan pelayanan.

Jaringan Kominfo Tergantung Listrik, Pemda Siapkan Genset Cadangan

Persoalan lain yang disoroti warga adalah jaringan komunikasi yang sering hilang, yang ternyata berkaitan erat dengan stabilitas pasokan listrik di tower pemancar.

Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Halmahera Tengah, Andi Ismail Akbar, menjelaskan bahwa jaringan di Gebe saling terhubung antar tower. Jika salah satu tower mati akibat listrik padam, maka wilayah lain yang bergantung padanya juga akan ikut padam.

“Tower Loman menyala, tower dari FBLM. Kalau di Gebe lampu hidup, di Loman lampu mati, berarti jaringan juga akan mati,” jelas Andi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemda telah menyiapkan mesin cadangan atau genset sebagai sumber daya alternatif di setiap tower pemancar agar jaringan tetap menyala saat listrik utama padam.

“Kami sudah berupaya menghadirkan mesin cadangan, mesin genset, untuk meminimalisir persoalan daya listrik,” katanya.

Andi menambahkan, pihaknya masih terus melakukan peninjauan lapangan untuk memetakan titik-titik lemah jaringan dan infrastruktur pendukung.

Dengan adanya pertemuan langsung tersebut, Pemkab Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan dan koordinasi lintas instansi agar kebutuhan dasar masyarakat Pulau Gebe, mulai dari listrik, air bersih, hingga telekomunikasi, dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (tim/red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter