PULAU GEBE, Giandra News — Pemuda Peduli Pulau Gebe, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait krisis tiga kebutuhan dasar yang tak kunjung terpenuhi secara layak di wilayah terluar Halteng tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Peduli Pulau Gebe menjelaskan, Kecamatan Pulau Gebe merupakan wilayah paling luar dari sepuluh kecamatan di Halteng yang terdiri dari delapan desa. Tujuh desa berada di satu daratan besar yakni Desa Elfanun, Kapaleo, Yam, Kacepi, Sanafi, Sanafkacepo dan Umera, sementara satu desa lainnya berada di luar daratan besar, yakni Desa Umiyal di Pulau Yoi.

Penerangan di daratan besar dilayani oleh PLN, sementara kebutuhan air bersih dilayani PDAM yang meliputi 5 desa yakni Sanafi, Kacepi, Yam, Kapaleo dan Elfanun.

Tiga Kebutuhan Dasar Saling Terkait

Masyarakat menilai, tiga kebutuhan dasar yakni listrik yang belum stabil, aliran air bersih yang tidak normal, dan jaringan telekomunikasi/4G yang belum andal, saling berkaitan erat dan bergantung pada satu sumber utama yaitu pasokan listrik.

Warga dan Pemuda Peduli Pulau Gebe menggelar aksi penyampaian tuntutan terkait krisis listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi 4G (doc. Istimewa) (24/09/2026)

“Listrik bukan sekadar untuk penerangan, melainkan penggerak utama yang menghidupkan sistem penyediaan air bersih dan menara pemancar sinyal seluler. Ketika listrik padam atau lemah, dua kebutuhan lainnya ikut terhenti. Proses belajar mengajar secara digital dan aktivitas ekonomi juga terganggu,” tulis mereka dalam pernyataan sikap tersebut.

5 Tuntutan Pemuda Pulau Gebe

Atas dasar itu, Pemuda Peduli Pulau Gebe menyampaikan 5 poin tuntutan kepada Pemerintah Daerah sebagai berikut:

  1. Mendesak Pemda Halmahera Tengah untuk secepatnya menghadirkan dan/atau pengadaan 1 unit mesin PLN untuk menstabilkan pelayanan listrik, karena sering terjadi pemadaman dengan alasan daya tidak mumpuni.
  2. Mendesak Pemda untuk mengadakan 1 unit genset untuk PDAM, sehingga tidak lagi menggunakan jaringan listrik PLN. Pasalnya, jaringan PLN tidak mampu menghidupkan Pompa Air (Jenamo).
  3. Meminta pihak PDAM untuk menjelaskan; a) Pencabutan meteran air di sebagian perumahan warga karena dianggap tidak membayar iuran dan denda, sementara kenyataannya air tidak mengalir normal. b) Mendesak PDAM segera melakukan normalisasi menyeluruh terhadap jaringan instalasi air di perumahan warga. c) Meminta PDAM melakukan sosialisasi tentang penggunaan fasilitas PDAM dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat.
  4. Mendesak Pemda untuk segera meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi/4G yang andal (5G), karena jaringan yang ada tidak terjangkau menyeluruh. Misalnya Desa Yam dan Kacepi jaringan 4G-nya tidak stabil.
  5. Meminta Pemda dapat menghadirkan solar cell di masing-masing tower jaringan seluler yang sudah ada, agar sepenuhnya tidak bergantung pada listrik PLN.

Ancaman Boikot

Dalam pernyataan sikap itu, mereka menegaskan akan mengambil langkah tegas jika tuntutan tidak direalisasikan.

“Apabila 5 poin di atas tidak direalisasikan, maka kami dengan sikap tegas tetap melakukan pemboikotan Kantor Camat Kecamatan Pulau Gebe dan terus melakukan aksi secara terus-menerus sampai terpenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dimaksud,” tutup pernyataan tersebut. (tim/red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter