HALTENG, Giandra News — Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang juga Wakil Bupati Halteng, Ahlan Djumadil, menegaskan pentingnya pemahaman geostrategi daerah dalam perspektif ideologi politik Partai Gerindra untuk mengubah kekayaan alam menjadi kemakmuran rakyat.
Penegasan tersebut disampaikan Ahlan saat memberikan presentasi di hadapan 300 anggota laskar Gerindra yang tergabung dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara, Senin (19/10/2026).
“Geostrategi daerah bukan sekedar posisi di peta, tetapi peluang besar untuk mengubah kekayaan alam daerah menjadi kemakmuran rakyat, kemandirian daerah, dan kekuatan Indonesia Timur,” tegas Ahlan membuka materinya.
Geografi Bukan Sekadar Peta, Tapi Ruang Strategis Negara
Di hadapan ratusan kader, Ahlan menjelaskan mengapa geostrategi daerah menjadi sangat penting. Menurutnya, daerah bukan sekedar wilayah administratif, melainkan ruang strategis negara yang memiliki peran penting dalam ekonomi, politik, keamanan, dan kesejahteraan rakyat.
Ia menguraikan tiga pilar pemahaman, yakni Geopolitik tentang bagaimana geografi memengaruhi kepentingan dan kekuasaan, Geostrategi tentang bagaimana keunggulan geografis dimanfaatkan untuk mencapai tujuan strategis, serta Strategi Pembangunan Daerah tentang bagaimana tujuan tersebut diwujudkan melalui kebijakan dan program.
“Geografi menyediakan peluang, tetapi tidak secara otomatis menghasilkan kesejahteraan. Diperlukan strategi, tata kelola, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang kuat,” ujarnya.
Ahlan kemudian mengajak seluruh kader untuk menjawab 5 pertanyaan strategis, mulai dari apa keunggulan geografis daerah, bagaimana kekayaan SDA menghasilkan nilai tambah, bagaimana daerah terhubung dengan pusat produksi dan pasar, bagaimana menghadapi ancaman ekonomi dan bencana, hingga bagaimana keunggulan itu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lima Pemikiran Prabowo dan Posisi Strategis Maluku Utara
Dalam presentasinya, Ahlan membedah Lima Pemikiran Presiden Prabowo Subianto untuk membaca geostrategi daerah. Lima pemikiran itu meliputi:
- Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi,
- Indonesia sebagai Negara Maritim yang Kuat,
- Pembangunan yang Merata dan Berpihak kepada Rakyat,
- Pertahanan dan Keamanan sebagai Syarat Pembangunan, dan
- Pengelolaan Lingkungan dan Keberlanjutan.
“Indonesia adalah negara yang besar, kaya, dan harus berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus mengelola kekayaan kita untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, menjaga kedaulatan bangsa, dan memastikan tidak ada satu pun daerah yang tertinggal,” kutip Ahlan dari pemikiran Prabowo.
Ahlan menegaskan relevansi pemikiran tersebut sangat kuat dengan Maluku Utara. Dengan kinerja ekonomi yang luar biasa, PDRB 2025 mencapai Rp133,62 triliun dengan pertumbuhan 34,17% (c-to-c) tertinggi di Indonesia, serta PDRB per kapita Rp97,26 juta, Maluku Utara berada di jalur perdagangan maritim internasional Pasifik-Indonesia dan menjadi penghubung Asia Timur, Pasifik, dan Australia.
Namun, ia mengingatkan adanya tantangan besar. Data BPS menunjukkan angka kemiskinan Maret 2026 masih di 5,79% atau 77,85 ribu orang. “Pertumbuhan ekonomi yang tidak sejalan dengan penurunan kemiskinan. Ini menunjukkan keduanya memiliki ukuran yang berbeda dan harus kita intervensi,” jelasnya.
Pancasila sebagai Landasan dan 5 Langkah Strategis Gerindra
Ahlan menegaskan, geostrategi Indonesia harus berlandaskan Pancasila sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan. Mulai dari Kedaulatan (Sila 1 dan 3), Persatuan (Sila 3), Keadilan Sosial (Sila 5), hingga Pembangunan Berkelanjutan (Sila 2 dan 5).
Untuk menjawab kondisi tersebut, Ahlan memaparkan 5 Langkah Strategis Partai Gerindra untuk Maluku Utara:
- Memperkuat Kedaulatan Wilayah dan Keamanan Maritim
- Mendorong Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi Daerah
- Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat dan Keadilan Sosial
- Menjaga Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Biru
- Memperkuat Konektivitas dan Integrasi Kewilayahan
“Komitmen kader Gerindra harus hadir di setiap desa, pesisir, pulau, dan pusat ekonomi untuk memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat Maluku Utara. Dari Maluku Utara untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera,” pungkas Ahlan yang disambut tepuk tangan 300 laskar.
Ia menutup presentasinya dengan prinsip perjuangan: Kedaulatan, Kemakmuran, Keadilan, Keberlanjutan, dan Konektivitas. (tim/red)




Tinggalkan Balasan