HALTENG, Giandra News — Semangat dan ketekunan Kelompok Tani Milenial binaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Desa Wedana, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, membuahkan hasil. Melalui Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD), kelompok tani berhasil melakukan panen perdana cabai keriting sebanyak 270 kilogram, di tengah tantangan musim kemarau panjang yang melanda lebih dari empat bulan.

Panen perdana yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil bersama Ketua TP-PKK Halteng.

Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap generasi muda yang terus mengembangkan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi lokal.

Wabup Ahlan: Hasil Panen Harus untuk Pasar Weda

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahlan Djumadil memberikan apresiasi tinggi kepada kelompok tani milenial, yang tetap bertahan dan tidak menyerah menghadapi kondisi alam yang tidak mudah.

Ia juga berpesan agar hasil pertanian tetap diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Saya sangat mengapresiasi semangat bertani anak-anak muda Wedana. Hasil panen ini harus dijual di dalam Kota Weda dan sekitarnya, jangan dulu dijual ke luar Kabupaten Halmahera Tengah, agar perputaran ekonomi tetap di daerah kita,” tegas Ahlan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi desa.

RITD TEKAD Dorong Desa Percontohan dan Penguatan Ekonomi Lokal

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas PMD Halteng sekaligus Tenaga Pengelola Kabupaten (TPK) Program TEKAD, Amir Hasyim.

Ia menjelaskan, panen perdana ini merupakan hasil dari Bantuan Anggaran Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Program TEKAD Kementerian Desa PDTT yang disalurkan melalui BUMDesa Wedana.

“Melalui bantuan RITD Program TEKAD, hari ini Desa Wedana melaksanakan panen perdana. Harapan saya, Desa Wedana menjadi contoh bagi desa lain, khususnya di Kecamatan Weda dan umumnya di Halmahera Tengah, bagi desa yang ingin memanfaatkan potensi lahan untuk pengembangan tanaman cabai,” ujar Amir.

Ia berharap program ini berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani milenial, serta berkontribusi pada pendapatan BUMDesa dan Pendapatan Asli Desa Wedana. Desa-desa lain yang ingin belajar pengembangan cabai, kata dia, dapat menjadikan Wedana sebagai desa percontohan.

Sinergi Pemerintah, Fasilitator dan Petani Milenial Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari kolaborasi semua pihak. Kepala Desa Wedana, Susana Adam, berperan sebagai penggerak utama di tingkat desa dengan membuka ruang bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif.

Dari unsur pendampingan, hadir Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi Program TEKAD, Adam Basirun, yang mendampingi penguatan usaha produktif dan peningkatan kapasitas kelompok. Di tingkat kecamatan, Fasilitator Kecamatan Weda, Dayat Syarif, membantu menghubungkan program dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Sementara Kader Desa Wedana, Sitria Nyong, berperan strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat serta menjaga komunikasi antara kelompok tani dan pemerintah desa.

Adapun Kelompok Tani Milenial Program TEKAD Desa Wedana menjadi pelaku utama. Selama lebih dari empat bulan menghadapi kemarau panjang, mereka tetap melakukan penanaman, perawatan, hingga akhirnya berhasil panen.

Keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari terserapnya langsung 270 kilogram cabai keriting oleh pedagang lokal di lahan petani. Hal ini menunjukkan RITD dan Program TEKAD mulai menciptakan konektivitas antara produksi masyarakat dengan pasar lokal.

Panen perdana ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi desa tidak lahir dari satu pihak. Pemerintah daerah memberi dukungan, pemerintah desa membuka ruang, TPK memastikan program berjalan, fasilitator melakukan pendampingan, kader menggerakkan masyarakat, dan kelompok tani menjadi aktor utama di lapangan.

Di tengah tantangan perubahan iklim, keberhasilan petani milenial Wedana menjadi pesan penting bahwa ketekunan, inovasi, dan kerja bersama mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang ekonomi. (tim/red)

Giandra News
Editor
Giandra News
Reporter